Sampah

Sampah merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan mahkluk hidup terutama manusia. Sampah bagaikan debu yang selalu menempel dikulit manusia. Sering kali konotasi kata Sampah dijadikan hal yang negative. Memang sampah banyak mmeberikan efek negative pada manusia namun apabila manusia mau mengolah sampah dengan baik dan benar sampah dapat memberikan keuntungan. Baik dalam bidang ekonomi, maupun social.

Pengertian sampah

Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan (Kamus Istilah Lingkungan, 1994).

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis (Istilah lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).

Sampah adalah semua buangan padat yang dihasilkan dari seluruh kegiatan manusia dan hewan yang tidak berguna atau tidak diinginkan (Tchobanoglous, Theiseen dan Eliassen, 1993).

Sampah adalah benda atau barang yang dibuang karena tidak dipakai lagi (Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Jadi dapat disimpulkan bahwa Sampah adalah bahan yang tidak dipakai lagi yang merupakan pembuangan dari pembuatan dan pemakaian sesuatu yang tidak berguna, tidak diinginkan, dan belum memiliki nilai ekonomis.

Klasifikasi Sampah

Sampah yang banyak disekitar kita dapat diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok. Yang menjadi dasar pengklasifikasiannya adalah perbedaan dan persamaan yang ada diantara sampah-sampah itu. Indicator pengklafikasian sampah itu diantaranya berdasarka sifatnya, berdasarkan bentuknya, berdasarkan sumbernya, Pengklasifikasian sampah ini berfungsi salah satunya untuk  memudahkan cara pengolahan sampah agar tidak merusak alam. Karena pemrosesan yang salah akan menyebabkan masalah lain, missal sampah rumah sakit diolah seperti pengolahan sampah alam, akan membuat lingkungan sekitar menjadi terkontaminasi oleh bakteri, virus dan bahan-bahan beracun yang sangat berbahaya bagi manusia dan mahkluk lainnya.  Berikut ini pengklasifikasian sampah.

Gambar 1.1

Klasifikasi sampah

(LKS PLH X semester genap)

Pengolahan sampah

Pengolahan sampah yang ada di lingkungan kita tidak sembarang di olah. Pengolahan sampah memiliki prinsip-prinsip yaitu 6R Reuse ( Menggunakan kembali barang bekas, Recycle (Mengolah kembali sampah), Reduce (mengurangi produksi sampah), Replace (mengubah kebiasaan menggunakan bahan yang sukar diolah menjadi yang mudah diolah), Refill (Mengisi kembali wadah yang bisa dipakai), Repair (memelihara dan merawat barang agar tidak mudah ganti barang).

 Penumpukan Sampah

Sampah memang tak pernah lepas dari kehidupan mahkluk hidup, teruama Manusia. Sampah terus menerus diproduksi oleh manusia.

Bahkan sampah telah menjadi masalah serius bagi negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kebersihan DKI Jakarta pada 2007, total produksi sampah mencapai 26.945 m3 atau 6.000 ton per hari. Sebanyak 55 persen di antaranya berupa sampah organik. Adapun 45 persen lainnya berupa kotoran anorganik, antara lain sampah kertas (20,57 persen) dan plastik (13,25 persen). (http://www.nasional.kompas.com)

Jumlah Produksi sampah yang sangat jauh lebih banyak dibandingkan pengolahan sampah membuat sampah-sampah yang ada menjadi menumpuk. TPA pun tak jarang telah banyak tak dapat menampung sampah yang ada,hingga perlu lahan lagi dan lagi untuk menampung sampah.

Penumpukan sampah telah banyak menimbulkan masalah. Antara lain :

  1. Gangguan estetika, dengan menumpuknya sampah pasti akan merusak pemandangan di sekitarnya. Jadi sampah sangat mengganggu estetika atau keindahan yang ada disekitar tumpukan sampah itu. Hal ini akan sangat berdampak negative pada bidang kepariwisataan.
  2. Pencemaran Lingkungan, menumpuknya sampah pasti memiliki dampak yang sangat negative terhadap lingkungan. Dampak yang diakibatkan dari penumpukan sampah itu antara lain Pencemaran udara, pencemaran tanah, dan pencemaran air.
  3. Kemacetan lalu lintas, hal ini akan terjadi apabila TPA berdekatan dengan tempat-tempat potensial seperti pasar. Arus kendaraan pengangkut sampah yang keluar masuk TPA akan membuat kemacean daerah disekitarnya apalagi itu tempat potensial.
  4. Gangguan Kebisingan, kebisingan akibat lalu lintas kendaraan berat dari mesin-mesin, bunyi rem, gerakan bongar muat, dan lain-lain sangat mengganggu daerah sekitar.
  5. Dampak Sosial, Dengan adanya tumpukan sampah disekitar mereka akan menimbulkan sikap oposisi/sikap menentang dari masyarakat yang daerah sekitarnya dijadikan TPA.

 

 

 

 

-HOPE YOU LIKE IT- Gambar

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Tak Selamanya Mimpi itu Indah

By : Dreamer Girl

Pernahkah kamu merasakan bahwa dunia ini tak lagi pantas untukmu? Pernakah kamu merasakan bahwa dunia ini bukanlah duniamu? Pernahkah kamu menginginkan dunia lain meskipun itu tak nyata?. Jika semua jawaban atas pertanyaanku tadi adalah iya, maka kamu sepaham denganku.

Aku adalah seorang gadis yang jalan hidupku elastis. Aku bisa menjadi apapun yang aku mau. Aku bisa menjadi seorang putri yang cantik jelita, atau menjadi si buruk rupa. Aku bisa menjadi seorang milyader yang kaya raya, atau menjadi si miskin. Aku bisa menjadi gadis idaman lelaki, atau sicupu yang sama sekali nggak menarik dimata lelaki. Aku bisa menjadi seorang yang sempurna, atau menjadi si cacat.Begitu elastisnya jalan hidupku hingga aku sendiripun bisa menentukannya.

Mungkin kalian mengira bahwa semua penuturanku adalah bualan belaka. Tapi jujur itulah yang terjadi pada hidupku. Pada jalan takdirku. Karena duniaku bukanlah duniamu. Duniaku adalah dunia mimpi. Dunia dimana semua halnya kamu yang mengatur. Kamu berkehandak sebagai Tuhan. Meski bukan dalam arti yang sebenarnya.

Semua hal yang aku inginkan bisa aku dapatkan disini. Di duniaku. Meskipun itu hanya imanjinasi belaka, hanya khayalan yang tak nyata. Tapi aku senang karena bisa memiliki semua yang aku mau. Apapun itu, tanpa terkecuali.

Aku menghabiskan banyak waktu berharga dalam hidupku hanya untuk bermimpi. Aku lebih senang menjalani kehidupanku yang elastis di dunia mimpi dibandingkan dengan menjalani kehidupanku di dunia nyata. Dunia yang menganggap aku sama sekali tak berarti.

Bayangkan saja didunia nyata aku adalah seorang gadis yang buruk rupa, cupu, nggak menarik, dan CACAT. Begitu tidak berartinya diriku di mata Tuhan hingga Tuhan menciptakan diriku seperti ini, penuh dengan kekurangan.

Semua hal itu membuatku hanya hidup di dunia mimpi. Karena disana aku adalah seorang putri yang cantik jelita, kaya raya, idaman lelaki, dan sempurna. Menarik bukan? Jelas sekali perbedaan antara kehidupan dunia mimpiku dan dunia nyataku. Satu hal lagi yang membuatku hanya dapat hidup di dunia mimpi, yaitu kenyataan bahwa aku cacat. Aku cacat. Aku cacat.

Aku tertunduk sedih mengingat kenyataan pahit yang menimpaku, sungguh bertubi-tubi. Aku menangis dalam sepi, mulai bermimpi di tengah kamar ini. Bermimpi bahwa aku adalah seorang putri yang cantik jelita, kaya raya, idaman lelaki, dan sempurna. Tapi semua kenyatan itu membuat semua impianku mulai goyah. Aku memejamkan mataku lebih keras agar semua kenyatan pahit itu segera hilang. Tapi dia tetap bersarang di otakku.

Ingin rasanya mulut ini berteriak sekencang-kencangnya tapi kecacatan ini menghadang. Ingin rasanya kaki ini berlari dengan kencang mengelilingi bumi, tapi lagi-lagi kecacatan ini menghadang. Aku tak dapat berbuat apa-apa. Hanya duduk diatas kursi roda tua di tengah kamar yang pengap dan gelap. Setetes, dua tetes, air mata mengalir. Tanpa ada yang menghapusnya. Aku ingin menangis. Dan terus menangis, hingga air mata ini tak tersisa lagi agar semua kesedihan ini segera hilang.

Kreeekk. Bunyi kayu tua yang bersentuhan dengan lantai kamarku. Sesosok manusia datang menghampiriku.

“ Dewi, kamu kenapa sayang? Kenapa kamu nangis?” tanya Ibuku perlahan, seakan lupa tentang kecacatanku.

Percuma Bu menannyaiku karena aku nggak akan pernah bisa mengatakan jawabannnya. Jawabku dihatiku. Karena menghormati Ibuku aku menjawabnya meskipun hanya sebatas gelengan kepala yang mengisyaratkan bahwa aku baik-baik saja.

Seakan kecewa dengan responku yang biasa saja. Bahkan cenderung dingin. Ibuku menyerah untuk tidak menannyaiku lebih jauh.

“ ya sudah kalau kamu nggak mau diganggu. Ibu hanya mau memberitahu kalau Desi sudah pulang dari Belanda. Dia kangen sama kamu,” ucap Ibuku menyampaikan berita kepadaku.

Mendengar kata Desi dari mulut Ibu aku melengos dan memutar kursi rodaku hingga membelakangi Ibu. Ibu sudah pasrah dengan sikapku dan segera meninggalkanku dikamar ini. Tak lupa sebelum Ibu pergi beliau mencium puncak kepalaku. Mengalirkan sedikit kehangatan di hatiku yang beku.

Desi dan aku adalah saudara kembar identik. Sama segala-galanya. Tapi Desi adalah seorang saudara sedarah yang tak tau diri dan tak tau malu. Hanya bisa mengambil semua yang menjadi impianku. Dan merebut semua yang telah menjadi miliku. Hal itu membuat aku dan dia sekarang bagai si Cantik dan si Buruk rupa.

Sepasang tangan lentik dan mulus menyentuh pundakku. Menghipnotisku sebentar, tapi aku segera sadar bahwa tangan itu adalah tangan perebut dan pencuri semua yang menjadi keinginanku. Aku merasakan dendam membara mulai membakar hatiku.

“Kaak, gimana nih kabarnya? Lama tak jumpa?” katannya dengan penuh keceriaan. Dia berpindah tempat menjadi tepat dihadapanku.

Ooh, tidak. Didepanku saat ini telah ada bayangan tubuh yang seharusnya jadi miliku. Putih, mulus, tinggi semampai, cantik, dan tanpa cacat. Tanpa sadar aku menatap Desi dari ujung rambut hingga ujung kaki. Begitu sempurna.

“ Kak, kakak kenapa kok natap aku kayak gitu? Apa ada yang salah dengan aku?” tanyanya dengan muka dibuat sepolos-polosnya.

What? Masih tanya kamu punya salah enggak?. Nggak nyadar siapa yang ngebuat aku jadi kayak gini? Nggak inget gimana aku bisa jadi kayak gini?. TOLOL. Semua ini gara-gara kamu bodoh. Aku jadi lumpuh, bisu, dan cacat gara-gara kamu. Gara-gara menyelamatkanmu dari kecelakaan itu. Seharusnya waktu itu aku biarkan saja kamu tertabrak mobil agar kamu nggak menjadi sainganku lagi. Bukan malah kayak gini. Aku yang cacat hanya untuk menyelamatkamu. Bodoh. Kembali aku ingin berteriak sekencang-kencangnya dan mengikrarkan bahwa aku benci padanya. Tapi suara yang aku keluarkan tak kunjung terdengar. Mukaku menjadi merah karena Aku menahan tangis dan menahan amarah mengingat kejadian waktu itu. Kejadian yang merenggut semua mimpiku.

Melihat mukaku yang merah padam dan tetesan air mata yang mengalir perlahan. Desi mulai terlihat takut kepadaku. Mukaku yang merah padam menahan amarah terlihat sangat menakutkan dimatanya ditambah dengan cacat dimukaku –bekas jahitan- membuatku makin terlihat menyeramkan. Dia mundur selangkah demi selangkah secara perlahan. Menampilkan mimik yang ketakutan. Perlahan dia berkata “ kaaak, kaa… kaak kenapa?” aku tak menggubrisnya. Dia sudah terlalu takut menghadapiku. Lalu berlari menangis keluar dari kamarku yang usang.

Aku berhasil membuatnya ketakutan. Membuatku merasakan sedikit kebahagiaan di alam nyata. Aku sedikit tersenyum.



Terekam kembali masa-masa penuh keceriaan dengan Desi di pikiranku. Masa-masa dimana belum ada sedikitpun dendam tercipta dihatiku. Belum ada sedikitpun luka yang Desi ciptakan dihatiku. Semua masih indah tanpa luka.

Dulu aku sangat menyayangi Desi. Sebagai seorang kakak yang sangat menyayangi adiknya aku selalu menjaganya dari apapun yang akan melukainya. Dia pun selalu menghargaiku sebagai kakaknya. Umur kami yang hanya berbeda beberapa detik membuat kami selalu klop dibidang apapun. Aku cantik, dia cantik. Aku sempurna, diapun sempurna. Bahkan kamipun mempunyai cita-cita yang sama yaitu seorang jurnalis handal yang akan mendapatkan beasiswa ke Belanda. Aku dan dia sering berkhayal akan hidup di Netherlands bersama.

Tapi ada suatu hal yang membuat semua masa-masa indah itu rusak dalam sekejap. Kecelakaan. Bermula saat aku dan dia sedang bermain bersama. Saat itu kami sudah 17 tahun. Dia menggoda ku dan berlari agar aku mengejarnya. Tapi tiba-tiba di jalan yang kamu gunakan untuk bermain melintas mobil dengan kelajuan tinggi. Dengan spontan aku mendorong Desi ke pinggir jalan agar dia tidak tertabrak mobil. Tapi naas belum sempat aku menyelamatkan diri, tubuhku sudah terhantam dengan mobil.

Aku tak sadar dengan apa yang aku alami setelahnya. Yang aku tahu, bangun-bangun aku sudah ada di Rumah sakit. Aku ingin memanggil ibuku, tapi aneh suaraku menghilang. Aku coba untuk berteriak lagi, tapi hasilnya nihil. Aku tidak bisa berkata-kata lagi. Aku bisu.

Aku mencoba turun dari tempat tidurku dan berlari mencari ibuku. Tapi hal aneh lain terjadi padaku. Kakiku mati rasa. Tak dapat aku gerakan lagi. Aku mencoba menggerakannya lagi, tapi tetap kakiku tak bergerak sedikitpun. Kakiku lumpuh.

Menghadapi kenyataan itu aku menangis sejadi-jadinya. Kesempurnaanku sudah hilang. Mulut dan kakiku sudah tak dapat kugunakan lagi. Tak lama ibu dan Desi datang mereka memeluku erat. Erat sekali. Menjelaskan secara perlahan apa yang aku alami. Aku tak dapat menyerap semua yang mereka katakan hanya 2 kalimat pendek yang terserap secara jelas di otakku. Aku bisu. Aku lumpuh. Semenjak itu aku menjadi kecil hati. Tak lagi berani tampil di muka umum. Untuk bersekolahpun aku tak berani. Guru-guru secara sukarela datang ke rumahku untuk mengajarkan aku beberapa materi yang mungkin akan sulit aku mengerti.

Setelah lulus SMA aku mengirimkan CV-ku ke beberapa perusahaan yang menyediakan beasiswa seperti cita-cita ku. Desi pun juga mengirim CV ketempat yang sama denganku. Tapi mimpi itu gugur saat aku melihat pengumuman bahwa permintaan beasiswaku ditolak karena aku cacat. Dan Desi terlihat senang karena dia diterima. Dia meninggalkanku ke Belanda dengan semua kecacatan ini. Mulai dari itu timbul dendam dan kebencian yang mendominasi hatiku.



Pagi ini seperti biasa tak ada yang menarik dihatiku. Entah karena apa tiba-tiba Desi datang ke kamarku dengan penuh keceriaan seolah tak ada apa-apa yang terjadi antara aku dan dia kemarin.

“Kaak… pagi ini cerah banget lo. Jalan-jalan yuk, aku punya sesuatu buat kakak.” Ajaknya. Lalu mendorong kursi rodaku keluar kamar. Entah kenapa aku pun tak menolak.

Aku berjalan-jalan di sekitar rumahku saja. Sikapku sangat dingin padanya dalam menanggapi semua celotehannya. Dia tidak merasakan kesinisanku. Tapi lama-lama dia mulai mengerti bahwa aku sinis padanya. Aku menepis tangannya yang memegangi kursi rodaku. Dan menggerakan kursi rodaku perlahan meninggalkannya.

“Loh kak mau kemana?” tanyanya. Aku sama sekali tak menanggapi.

Dia mulai jenuh dengan sikapku yang seperti ini. Dia mengejarku dan berhenti tepat dihadapanku. Hei, mau apa orang ini. Batinku. Dia berlutut dihadapanku.

“ kak aku tahu, kakak dendam dan benci sama aku. Aku tahu kakak menyesali sikap kakak yang menyelamatkan aku waktu itu. Aku tahu kakak benci dengan semua ini. Tapi please kak jangan buat aku terus merasa bersalah karena ini. Jangan kakak kira aku nggak pernah tersiksa karena kejadian itu. Aku tersiksa kak, tersiksa karena rasa bersalahku…” dia berhenti sejenak mengambil nafas dan meneruskan perkataannya.

“… aku sedih ngeliat kakak yang nggak bisa bangkit dari semua bencana ini. Aku sedih kehilangan sosok kakak yang sangat aku sayangi. Tolong kak, ijinkan aku untuk menebus kesalahanku dengan membantu kakak mengembalikan cita-citamu. Tapi, aku nggak bisa berbuat banyak untuk membantu kakak meraih citamu lagi. Aku hanya bisa membantu dengan ini. Semoga ini berarti.” Katanya seraya menyerahkan beberapa buku yang bertemakan sama yaitu keberhasilan seorang yang cacat dalam meraih citanya. Lalu dia meninggalkanku dan berlari masuk kedalam rumah.



Aku membaca seluruh isi buku-buku itu. Dan hatiku bergetar setelah membacanya. Aku telah salah jalan. Bukan Desi yang merebut cita-citaku. Tapi aku yang melepaskan cita-citaku. Selama ini aku hanya bermimpi dan terus bermimpi tanpa pernah bangun dan mewujudkan mimpiku itu. Aku terlalu terpuruk dalam duka dan duka. Terpuruk dalam dunia mimpi yang membiusku dan melupakan dunia nyata yang sebenarnya menungguku agar segera bangkit dan mewujudkan citaku.

Kembali aku menangis. Menangisi waktu-waktu ku yang berharga hanya untuk bermimpi. Aku menyesal telah menyalahkan Tuhan akan semua hal yang terjadi padaku. Aku menyesal telah menuduh Desi –adikku tercinta- sebagai penyebab semua ini. Padahal Tuhan mengatur semua ini agar aku menjadi pribadi yang lebih kuat. Dan Desi bukanlah penyebab dari semua ini. Dia hanyalah perantara Tuhan dalam melaksanakan rencana-Nya.

Aku pergi menemui Desi di kamarnya. Dia sedang berdiri di dekat jendela. Menatap kosong ke arah luar. Mendengar suara pintu dibuka dia menatap ke arahku. Spontan aku tersenyum kearahnya. Senyum yang pertama kali ku berikan padanya sejak beberapa tahun lalu. Dia kaget melihat aku tersenyum. Aku membuka kedua tanganku lebar-lebar seakan siap untuk menerima pelukannya. Setelah sempat terbengong sebentar Desi segera berlari memelukku. Kami berdua berpelukan hangat. Pelukan yang pertama sejak beberapa tahun lalu.

“ Aku sayang kamu, dek,”

“ Aku juga sayang kamu, kak,”

Setelah kejadian itu kami kompak seperti sedia kala. Tapi sayang seminggu kemudian dia harus bertugas ke jakarta untuk mendapat tugas pertama sebagai seorang wartawati. Dan aku meneruskan cita-citaku sebagai seorang sastrawan. Setahun ini aku telah menerbitkan novelku yang laku keras dipasaran dan sekarang aku sedang menulis novel keduaku. Setelah menjadi seorang novelis aku mempunyai pengertian baru tentang dunia mimpi dan dunia nyata.

Dunia mimpi adalah dunia dimana kamu bisa menjadi apapun yang kamu mau. Tapi dunia itu tak jarang akan menyisakan luka dan membuat luka lamamu semakin menganga saat kamu membuka mata dan tahu bahwa apa yang kamu impikan tidak sesuai dengan kenyataannya. Hal itu terjadi ketika kamu hanya bermimpi. Tapi apabila kamu bermimpi, lekas bangun dan segera mewujudkannya maka mimpi itu dapat menjadi tangga menuju kesuksesan. Buktinya adalah aku. Jika aku terus bermimpi tanpa pernah bangun, aku takkan bisa menjadi seperti ini. Aku tak akan menjadi berguna. Tapi aku bangun dan mewujudkan mimpiku meski penuh kekurangan. Dan aku berhasil. Maka bermimpilah dan wujudkanlah.

THE END

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

When You’re Gone

When You’re Gone

By : Avril Lavigne

I always needed time on my own
I never thought I’d need you there when I cry
And the days feel like years when I’m alone
And the bed where you lie is made up on your side
When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now

[Chorus]
When you’re gone
The pieces of my heart are missing you
When you’re gone
The face I came to know is missing too
When you’re gone
The words I need to hear to always get me through the day and make it ok
I miss you

I’ve never felt this way before
Everything that I do reminds me of you
And the clothes you left, they lie on the floor
And they smell just like you, I love the things that you do

When you walk away I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now

[Chorus]

We were made for each other
Out here forever
I know we were, yeah
All I ever wanted was for you to know
Everything I’d do, I’d give my heart and soul
I can hardly breathe I need to feel you here with me, yeah

[Chorus]

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Prinsip-Prinsip Geografi

Dalam mengamati dan menganalisis gejala-gejala geografi yang ada disekitar kita, kita selalu berpegang pada prinsip persebaran, prinsip interaksi, prinsip diskripsi, dan prinsip korologi. Prinsip-prinsip itu merupakan dasar untuk mengkaji, menguraikan, serta mengungkapkan gejala-gejala dan faktor geografi.

1.    Prinsip Persebaran

Pada prinsip ini terdapat perbedaan gejala-gejala gografi antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Hal ini dikarenakan gejala-gejala geografi yang terjadi tidak tersebar secara merata melainkan hanya di wilayah tertentu.
Misal    :

a.    Terjadinya bencana letusan merapi di Jogjakarta
b.    Terjadinya banjir di Jakarta dan beberapa wilayah lainnya
c.    Terjadi bencana angin tornado di Amerika
d.    Dan bencana-bencana lain yang hanya terjadi di satu tempat tertentu

2.    Prinsip Interaksi

Prinsip Interaksi adalah suatu hubungan yang saling terkait antara suatu gejala dengan gejala lainnya atau antara suatu faktor dengan faktor lainnya yang terjadi pada suatu ruang tertentu. Dapat berupa hubungan antara faktor sosial dengan sosial, sosial dengan fisik, dan fisik dengan fisik.
Misal    :

a.    Hubungan antara faktor sosial dengan sosial

1.    Menurunnya tingkat kesejahteraan menyebabkan meningkatnya kriminalitas.
2.    Menurunnya kualitas SDM meningkatkan jumlah pengangguran.

b.    Hubungan antara faktor sosial dengan fisik

1.    Banyaknya perkampungan kumuh dipinggir kali menyebabkan banjir.
2.    Terjadi kelaparan akibat dari gagal panen.

c.    Hubungan antara faktor fisik dengan fisik

1.    Penebangan hutan menyebabkan banjir dan tanah longsor.
2.    hubungan antara mata air panas dengan energi panas bumi di sekitar gunung berapi

3.    Prinsip Deskripsi

Prinsip deskripsi merupakan suatu penjelasan fenomena atau gejala-gejala yang dipelajari atau diselidiki. Prinsip ini dapat diberikan melalui tulisan grafik , diagram, kata-kata, tabel, gambar dan peta. Deskripsi harus mampu memberikan penjelasan terhadap apa yang sedang terjadi. Sehingga prinsip ini tidak boleh ditinggalkan.

4.    Prinsip Korologi

Korologi merupakan ilmu tentang wilayah-wilayah di permukaan bumi. Prinsip korologi merupakan prinsip yang meninjau gejala, fakta dan masalah geografi dari penyebaran, interelasi dan interaksinya dalam ruang. Ruang dalam sudut pandang geografi adalah permukaan bumi secara keseluruhan yang membentuk suatu fungsi. Prinsip korologi merupakan ciri dari geografi modern karena memadukan prinsip persebaran, interelasi, dan deskripsi.

5.    Prinsip Ciri Kewilayahan.

Prinsip ini mengkaji persamaan dan perbedaan ciri-ciri suatu wilayah dengan wilayah lainnya melalui faktor yang ada diwilayah tersebut. Contoh untuk wilayah perindustrian adanya ciri-ciri berikut ini :

a.    Mata pencaharian utama ada di bidang industri
b.    Adanya pabrik-pabrik industri.
c.    Lebih sering ada diwilayah perkotaan.


Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Pengertian Geografi

Geografi dalam arti Etimologi

Kata geografi berasal dari bahasa Yunani yaitu, geo yang berarti bumi dan graphien yang berarti tulisan. Jadi menurut ilmu etimologi, Geografi adalah tulisan tentang bumi. Istilah geografi pertama kali dikenalkan oleh Eratosthenes dengan nama Geographica.

Geografi menurut para ahli

Menurut Bintarto, geografi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala kasual yang terjadi dipermukaan bumi, baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut mahkluk hidup, beserta semua permasalahannya melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional, demi kepentingan progam, proses, dan keberhasilan pembangunan.

Kesimpulan

Geografi adalah suatu ilmu tentang bumi yang mempelajari gejala-gejala kasual di permukaan bumi baik yang bersifat fisik maupun yang menyangkut mahkluk hidup. dan mempelajari permasalahan-permasalahan yang terjadi dilihat dari pendekatan keruangan, kelingkungan, dan regional, demi kepentingan program, prose, dan keberhasilan pembangunan.

Ditulis pada Uncategorized | Tinggalkan Komentar

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Ditulis pada Uncategorized | 1 Komentar